Jumat, 01 Februari 2013


Kisah Kura-kura dan Sepasang Itik


Seekor kura-kura, yang kamu tahu selalu membawa rumahnya di belakang punggungnya, dikatakan tidak pernah dapat meninggalkan rumahnya, biar bagaimana keras kura-kura itu berusaha. Ada yang mengatakan bahwa dewa Jupiter telah menghukum kura-kura karena kura-kura tersebut sangat malas dan lebih senang tinggal di rumah dan tidak pergi ke pesta pernikahan dewa Jupiter, walaupun dewa Jupiter telah mengundangnya secara khusus.
Setelah bertahun-tahun, si kura-kura mulai berharap agar suatu saat dia bisa menghadiri pesta pernikahan. Ketika dia melihat burung-burung yang beterbangan dengan gembira di atas langit dan bagaimana kelinci dan tupai dan segala macam binatang dengan gesit berlari, dia merasa sangat ingin menjadi gesit seperti binatang lain. Si kura-kura merasa sangat sedih dan tidak puas. Dia ingin melihat dunia juga, tetapi dia memiliki rumah pada punggungnya dan kakinya terlalu kecil sehingga harus terseret-seret ketika berjalan.
Suatu hari dia bertemu dengan sepasang itik dan menceritakan semua masalahnya.
"Kami dapat menolongmu untuk melihat dunia," kata itik tersebut. "Berpeganglah pada kayu ini dengan gigimu dan kami akan membawamu jauh ke atas langit dimana kamu bisa melihat seluruh daratan di bawahmu. Tetapi kamu harus diam dan tidak berbicara atau kamu akan sangat menyesal."
Kura-kura dan ItikKura-kura tersebut sangat senang hatinya. Dia cepat-cepat memegang kayu tersebut erat-erat dengan giginya, sepasang itik tadi masing-masing menahan kedua ujung kayu itu dengan mulutnya, dan terbang naik ke atas awan.
Saat itu seekor burung gagak terbang melintasinya. Dia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya dan berkata:
"Kamu pastilah Raja dari kura-kura!"
"Pasti saja......" kura-kura mulai berkata.
Tetapi begitu dia membuka mulutnya untuk mengucapkan kata-kata tersebut, dia kehilangan pegangan pada kayu tersebut dan jatuh turun ke bawah, dimana dia akhirnya terbanting ke atas batu-batuan yang ada di tanah.
Hikmah yang bisa diambil : Rasa ingin tahu yang bodoh dan kesombongan sering menyebabkan kesialan.

LaMun dan Ikan Koki

Suatu hari Alan memperhatikan aquariumnya yang berisi macam-macam ikan, ada ikan koki, ikan mas, kerang, batu koral, dan tak lama kemudian alan memberikan makan pada ikan-ikannya.
Setedlah memberikan makan ikan-ikannya, alan meminta susu botol pada ibunya, sambil minum susu botol Alan bermain lagi di aquarium-nya.
Tak lama kemudian alan mengambil serokan ikan, dimain-mainkannya serokan ikan itu untuk mengambil salah satu ikan yang ada di aquariumnya, selang tak lama kemudian dapat ikan, kemudian dilepaskannya lagi ke dalam aquarium, begitu seterusnya. Tidak lama kemudian Muna datang mendekat dan ikut main bersama Alan, mereka saling berebut serokan ikan, saat giliran serokan ikan berada di tangan Alan, diserokannya dapat ikan koki, tak lama kemudian entah karena gemas melihat ikan koki tersebut, tak lama kemudian diambilnya ikan koki tersebut dan dipencetnya, ahirnya ikan koki tersebut dilepaskannya ke dalam aquarium, kondisi ikan tidak lagi bisa berenang seperti semula, melihat kondisi ikan koki mengambang diatas air, Muna mengambil ikan itu dan diberikannya pada ibundanya.
Ibundanya kaget, Muna menyodorkan ikan itu dalam keadaan tidak bergerak, dan ibundanya tanya kepada Muna untuk menceritakan apa yang terjadi, dengan celoteh muna yang terbata-bata,ibundanya ahirnya paham kalau ikan koki tidak bisa berenang lagi gara-gara Alan yang memencet tubuhnya, tak lama kemudian Alan dinasihati ibunya agar tidak berbuat seperti itu lagi pada ikan-ikan yang lain, karena ikan-ikan itu selain diberi makan.butuh hidup untuk disayang dan dirawat dengan baik.

Kisah Lucu LaMun Part 1

LaMun adalah nama seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, mereka bersaudara, kepanjgangan dari Alan dan muna,Alan adalah seorang anak laki-laki berumur 5 th, dan Muna adalah saudarinya yang berumur 4 tahun, selisih umur mereka 1 tahun.
Mereka berdua sering bertengkar,sifat alan yang jail dan suka menggoda dan sedangkan muna yang mempunyai sifat cerewet dan mudah menangis. Suatu hari saat ibunda dan ayahandanya pergi bekerja, mereka dititipkan dirumah neneknya, disaat mereka bermain bersama, Alan saat itu sedang bermain sepeda berada di halaman rumah tetangga, sambil mengitari halaman, kemudian tak disangka tetangga sebelah rumah yang saat itu sedang menjemur baju di teras depan dikagetkan dengan ulah Alan, setelah tetangga selesai menjemur baju dan masuk ke dalam rumah, Alan masih main sepeda-sepedaan, tak lama kemudian tangan alan menarik baju jemuran tetangga semuanya hingga jatuh ke tanah, tak lama kemudian terdengar suara jemuran jatuh, tetangga  (To be continue)